Metamorfosis katak membawa hewan ini dari telur menuju larva yang hidup sepenuhnya di air, lalu ke bentuk dewasa semiakuatik. Perubahannya mencakup lebih dari bentuk tubuh: ekor larva menyusut, cara bergerak berubah, dan pernapasan katak dewasa melibatkan paru-paru serta pertukaran gas melalui kulit. [1]
Telur: awal siklus yang biasanya berada di air
Katak umumnya memijahkan telur di badan air. Telur itu menetas menjadi larva akuatik yang disebut berudu. Namun, urutan ini tidak berlaku bagi semua spesies: ada katak yang bertelur di darat atau melewati tahap berudu sama sekali. [1]
Berudu: larva berekor dan berinsang internal
Berudu hidup sepenuhnya di air, memiliki ekor, dan mempunyai insang internal. Bentuk ini berbeda dari katak dewasa, yang tidak berekor dan dapat bergerak di darat. [1]
Pola makannya juga dapat beragam. Berudu memiliki bagian mulut pemarut yang sesuai untuk pola makan herbivora, omnivora, atau pemakan plankton. Jadi, tahap berudu bukan sekadar versi kecil dari katak dewasa: bentuk tubuh dan pola makannya memiliki ciri tersendiri. [1]
Metamorfosis: kaki, ekor, dan perubahan gerak
Kaki membantu menjelaskan peralihan menuju gerak di darat. Katak dewasa memiliki tungkai yang terlipat di bawah tubuh dan mampu melakukan lokomosi terestrial. Namun, urutan atau waktu kemunculan kaki tidak dirinci dalam keterangan ini; yang dijelaskan adalah ciri dan kemampuan pada tahap dewasa. [1]
Perubahan lain yang disebutkan lebih jelas: ekor larva menyusut menjadi struktur internal yang disebut urostilus, sementara katak dewasa tidak memiliki ekor. Pernapasannya pun melibatkan paru-paru yang dibantu pompa bukal serta pertukaran gas melalui kulit. [1]
Katak dewasa: hidup semiakuatik dengan pola makan berbeda
Katak dewasa hidup di air tawar maupun di daratan kering. Sebagian spesies beradaptasi untuk hidup di bawah tanah atau di pepohonan. Kulit katak yang semipermeabel membuatnya rentan terhadap dehidrasi, sehingga katak hidup di lingkungan lembap atau memiliki adaptasi khusus untuk menghadapi habitat yang lebih kering. [1]
Pola makan dewasa umumnya karnivora, terutama berupa invertebrata kecil seperti serangga. Ada pula spesies omnivora dan beberapa yang memakan materi tumbuhan. Bersama variasi pola makan berudu, perubahan ini menunjukkan bahwa metamorfosis mencakup peralihan bentuk dan cara hidup, bukan hanya perubahan penampilan. [1]
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Katak. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29965058&title=Katak (diakses 2026-10-03).